Contoh Resensi Novel dan Cara Membuatnya

Apa itu resensi buku? Resensi adalah sebuah kegiatan dimana pembaca buku melakukan pembahasan mengenai isi buku dan penilaian pembaca mengenai buku tersebut. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia resensi artinya adalah (1) pertimbangan atau pembicaraan tentang buku; (2) ulasan buku. Resensi buku, selain menjadi materi dalam pelajaran bahasa Indonesia, juga bisa menjadi salah satu alat yang digunakan untuk kamu menambah penghasilan.

Ada beberapa media cetak ataupun online yang menerima untuk menerbitkan resensi buatanmu. Bahkan, kamu bisa mendapatkan honor dari situ. Menarik sekali bukan? Sebelum membahas contoh resensi, berikut ini adalah tahapan yang harus kamu lakukan dalam membuat resensi :

  1. Membaca buku target resensi
  2. Membuat catatan dan menandai bagian penting
  3. Membuat ringkasan isi buku yang dibaca
  4. Menemukan kelebihan dan kelemahan buku

Nah, ini adalah contoh resensi dari buku karya berjudul Mata Yang  Enak Dipandang

Judul Buku             : Mata Yang Enak Dipandang
Penulis                     : Ahmad Tohari
Penerbit                   : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan Pertama   : 2013
Tebal                        : 215 halaman

Buku ini merupakan kumpulan lima belas cerita pendek Ahmad Tohari yang tersebar di sejumlah media cetak antara tahun 1983 dan 1997.

Sebelum membahas isi buku lebih lanjut, saya akan bercerita sedikit tentang bagaimana saya mengenal Ahmad Tohari. Pertemuan pertama saya dan novel Ahmad Tohari difasilitasi oleh triloginya yang berjudul Ronggeng Dukuh Paruk, Lintang Kemukus Dinihari dan Jentera Bianglala. Ketiga karyanya tersebut kemudian disatukan menjadi satu buku berjudul Ronggeng Dukuh Paruk dan diterbitkan kembali pada tahun 2002 oleh Gramedia. Buku itulah yang kemudian saya temukan di perpustakaan sekolah menengah kisaran tahun 2011. Saat itulah untuk pertama kalinya saya menikmati karya Ahmad Tohari

Seperti novel-novelnya, cerita-cerita pendeknya pun memiliki ciri khas. Ia selalu mengangkat kehidupan orang-orang kecil atau kalangan bawah dengan segala lika-likunya. Ahmad Tohari sangat mengenal kehidupan mereka dengan baik. Oleh karena itu, ia dapat melukiskannya dengan simpati dan empati sehingga kisah-kisah itu memperkaya batin pembaca.

Kutipan tersebut adalah sinopsis buku Mata Yang Enak Dipandang. Tapi bagi saya, Ahmad Tohari adalah salah satu penulis yang buku-bukunya pasti saya beli tanpa perlu mempertimbangkan judul dan sinopsis. Dari sekian banyak kumpulan cerita karya Ahmad Tohari, lalu kenapa saya memilih buku ini? Jawabannya adalah karena sampulnya berwarna kuning. Sesederhana itu. Karena saya sudah yakin tidak akan kecewa dengan isi bukunya

Kelebihan buku

Bagi teman-teman yang punya kesibukan super, kumpulan cerita juga bisa jadi solusi untuk tetap rutin baca buku. Karena membaca tiga sampai lima lembar cerita pendek pasti bisa diselesaikan dalam waktu beberapa menit saja. Jadi tidak perlu takut memotong alur cerita saat sedang seru-serunya. Bisa dibaca sambil menunggu bis, sambil ngantri beli makan, atau di sela-sela aktivitas apapun.

Dalam cerita-cerita Ahmad Tohari, kebanyakan latar tempatnya adalah di pedesaan yang diperkiraan ada di pulau Jawa. Meskipun begitu, beliau selalu memberikan mini kamus untuk mengartikan bahasa jawa yang muncul di dalam cerita sehingga bisa dipahami bahkan oleh kawan-kawan yang tidak bersuku jawa.

Kekurangan buku

Membaca buku ini, sebetulnya membuat kita membuka mata terhadap realita yang terjadi di dalam kehidupan. Namun bagi sebagian orang mungkin bahasn dan masalah yang diangkat oleh penulis terlalu berat dan malah tidak seperti membaca buku untuk hiburan. Maka jika tujuanmu dalam membaca adalah untuk merasa terhibur, buku ini bukanlah jawabannya.

Itulah contoh dari resensi buku yang bisa kamu tiru. Ayo mulai menulis resensimu sekarang!

Leave a Reply

Your email address will not be published.