1 Oktober Hari Apa

1 Oktober Hari Apa – TANGERANG, BANTEN, NETRALNEWS.COM – Pancasila memang dahsyat! Inilah kesimpulan yang dicapai setelah tragedi berdarah di Lubang Buaya pada 1 Oktober 1965 oleh G30S/PKI. Membangun keajaiban Pancasila juga dikonsep dan dilaksanakan oleh Suharto setelah tragedi berdarah di mana Lubang Buaya membunuh 7 jenderal setelah pasukan Cakrabirawa menangkap mereka dari rumah mereka.

Menurut beberapa pengamat, kelahiran Pancasila Sakti secara sistematis direkayasa Suharto untuk menghapus ingatan populer 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila oleh Bung Karno. Dan ternyata, masyarakat begitu kagum dengan ide brilian Bung Karno yang melahirkan lima sila Pancasila.

1 Oktober Hari Apa

1 Oktober Hari Apa

Hasil pengamatan ini dapat dilihat bagaimana pada masa Orde Baru tanggal 1 Oktober diperingati sebagai hari kemenangan, sedangkan tanggal 1 Juni diabaikan sebagai hari lahir Pancasila. Selain itu, Hari Sihir Pancasila dibangun di atas landasan G30S/PKI untuk membekas dalam ingatan masyarakat, maka 1 Oktober Pancasila Sihir menjadi kebanggaan anak bangsa.

Selamat Memperingati Hari Kesaktian Pancasila

Patut dicatat bahwa Pancasila diciptakan Bung Karno sebagai hasil dari perenungan mendalam, yang menghasilkan massa hubungan yang sangat baik yang terkandung dalam lima sila Pancasila.

Di sisi lain, Suharto menyelubungi Pancasila dengan mistifikasi dan/atau mengajak orang untuk mendekati Pancasila secara mistik. Terminologi magis hanya dapat dialami dengan kesadaran mistik, bukan berdasarkan rasionalisme. Dengan demikian Pankasila adalah suci baik dalam pemikiran maupun dalam pelaksanaannya. Personalisasi Pancasila oleh Suharto berlangsung di sana.

Akibatnya, Pancasila tidak lagi didekati secara objektif secara rasional untuk lahir dan menyatu dengan anak bangsa dan budayanya, tetapi tentara yang dipimpin Jenderal Nugroho Notosusanto melakukan himbauan intelektual untuk “menyingkirkan” faktor penting Soekarno dengan memodernisasi P4 .

Bangunan mistis Pancasila ini diawali dengan berkabung atas terbunuhnya para jenderal dan ditempatkan dalam lubang buaya yang di ritualkan kemudian disegel dalam Penumpasan Pengk pengkhianatan G30S/PKI.

Gambar Poster Ucapan Hari Kesaktian Pancasila 2021

Menurut peneliti media Ashadi Siregar, hikmah berbau mistis dari tulisan-tulisannya di monumen Lubang Buaya dalam konteks negara membuat orang enggan menilai kehidupan negara secara rasional. Upaya terus menerus untuk meyakinkan seluruh Orde Baru kehancuran kekuatan anti-Pancasila karena kekuatan Pancasila.

Kehidupan bernegara yang dilandasi kepercayaan mistis, menurut Ashadi Siregar, merupakan bencana bagi bangsa modern. Jika aparat birokrasi negara, tentara, polisi, bahkan elit masyarakat mengalami kepercayaan mistik semacam ini, maka yang bisa dibayangkan hanya tentang kehidupan bernegara pada abad ke-16. Sulit membayangkan masa depan negara di abad 21 dengan fondasi budaya negara yang dibangun Orde Baru dalam 30 tahun.

Oleh karena itu, demistifikasi Pancasila merupakan langkah yang mendesak. Termasuk menghilangkan konteks mistik dari kehidupan bernegara. Misalnya, ritual “ruwatan” memiliki peran dalam kehidupan keluarga, tetapi negara tidak memiliki peran.

1 Oktober Hari Apa

Menurut Siregar, Presiden Republik Indonesia bukanlah kepala keluarga, melainkan kepala negara. Negara adalah suatu sistem yang terdiri dari komponen-komponen politik, sosiologis dan ekonomi, yang integrasinya didasarkan pada kepentingan-kepentingan rasional yang berbeda dari nilai-nilai bersama.

Dpd Forkabi Kota Depok H Ajazih Ajis Sh

Karena diyakini bahwa kehidupan bernegara dapat diatur atas dasar mistik, ini hanya akan menjerumuskan kita ke dalam Orde Baru Kedua, yang dapat diciptakan oleh mistifikasi baru yang lebih kompleks, yang dapat berakhir lebih tragis.

Dengan mendemistifikasi Pancasila, Pancasila akan diposisikan lebih objektif secara lebih rasional dan akan dilaksanakan lebih elegan dalam balutan rasa bangga daripada rasa takut atau sesuatu yang bertentangan dengan Pancasila.

Dengan demikian, Pancasila juga lebih mudah dan lebih objektif untuk dirumuskan dan diubah, mengikuti perkembangan zaman, atau globalisasi, tanpa melupakan keindonesiaan.

Dalam perjuangan hidup di era globalisasi, di mana nilai-nilai Pancasila bergema secara intelektual dan objektif pada anak bangsa, Pancasila akan benar-benar diuji dengan kemampuan supranaturalnya, bukan ritual mistiknya.

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2019

Di situlah kita menyebut 1 Oktober sebagai hari suci Pâncasila sehingga kita harus benar-benar menyebut tanggal 1 Juni sebagai hari lahir Pâncasila yang sangat agung, yang tentu saja terus melihat identitas nasional yang dicap nilai-nilai. Pancasila an sich. 1 Oktober 2019, yang merupakan peringatan Hari Santo Pancasila dengan tema “Pancasila sebagai landasan penguatan karakter bangsa untuk Indonesia yang maju dan bahagia”. Siklus kegiatan peringatan dimulai dari Senin, 30 September 2019 hingga 1 Oktober 2019.

Dimulai pada tanggal 1 Maret 1945, pembentukan Badan Penyelidik Persiapan Kemerdekaan Indonesia menimbulkan pertanyaan penting tentang berdirinya negara Indonesia. Hal ini memunculkan upaya untuk merumuskan Pancasila sebagai dana resmi negara.

Dari pidato “Lima Landasan” Muhammad Yameen hingga pidato “Lahirnya Pancasila” Sukarno pada 1 Juni 1945. Pada 22 Juni 1945, Pancasila diringkas menjadi Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945.

1 Oktober Hari Apa

Pada tanggal 18 Agustus 1945, sehari setelah Sukarno dan Hatta mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia, Piagam Jakarta disahkan sebagai pembukaan UUD 1945. Para pendiri bangsa pada saat itu mencabut 7 ketentuan pertama dari Piagam Jakarta. yaitu: “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam untuk kemaslahatan pemeluknya”. Tujuh kata mengikuti kata “Keilahian”.

Pemerintah Kabupaten Bone Mengucapkan Selamat Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober Tahun 2020

Hari suci Pancasila, 1 Oktober 1965, sebenarnya erat kaitannya dengan peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S). Tragedi ini merupakan langkah untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Sukarno dan mengubah Indonesia dari negara Pancasila menjadi negara komunis.

Enam perwira tinggi dan satu perwira menengah TNI AD menjadi korban aksi 30 September itu. Adalah:

Sebelum upacara resmi pada 30 September 2019, bendera dikibarkan dengan tiang penuh. Hal itu dilakukan untuk memperingati gugurnya tujuh pahlawan revolusi, sedangkan pada 1 Oktober 2019, pukul 06.00, bendera dikibarkan ke tiang.

Hari Pancasila memiliki arti penting sebagai hari berkabung nasional akibat tragedi penculikan dan pembunuhan. Tak hanya itu, pasca tragedi terjadi pembersihan seluruh elemen pemerintahan dari pengaruh PKI, mulai dari anggota organisasi hingga simpatisan.

Makna Sejarah Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober, Bukti Saktinya Ideologi Bangsa Indonesia Tak Tergantikan

Pada akhir tahun 1965, diperkirakan antara 500.000 hingga 1 juta anggota atau pendukung PKI diduga menjadi korban pembunuhan, jadi berikut ini adalah referensi terkait dengan Pancasila, yang sebelumnya dikumpulkan dari berbagai sumber.

Seperti diketahui, pada tanggal 30 September 1965 terjadi peristiwa Gerakan 30 September (G30S). Kejadian ini masih menjadi perdebatan siapa dalangnya dan apa motifnya.

Tetapi militer dan kelompok agama besar menyebarkan berita pada saat itu. Jika kejadian tersebut merupakan upaya PKI untuk mengubah sifat Pâncășila menjadi ideologi komunis.

1 Oktober Hari Apa

Hari itu, beberapa orang juga membunuh enam jenderal dan seorang kapten, yang dianggap pemerintah sebagai upaya untuk merebut kekuasaan.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2021

Langkah yang diprakarsai oleh G30S itu sendiri, akhirnya berhasil diakhiri oleh militer Indonesia. Kemudian, pemerintah orde baru menetapkan 30 September sebagai hari peringatan gerakan 30 September (G30S). Dan 1 Oktober diperingati sebagai hari Santo Pancasila.

Alasan diperingatinya Hari Raya Natal 1 Oktober itu berkaitan dengan sejarah tanggal 30 September 1965. Saat itu terjadi kerusuhan dan upaya perebutan kekuasaan, yang kemudian dikuasai oleh PKI.

Mengubah ideologi Pancasila bangsa Indonesia menjadi ideologi komunis. Namun, karena upaya perlawanan PKI gagal, Pancasila dianggap kuat dan suci.

Selain itu, hari Pankasila memiliki kesaktian yang tidak dapat digantikan oleh pengertian apapun. Agar Pancasila tidak dirusak atau bahkan diubah oleh PKI saat itu. Karena kesaktian Pancasila, maka diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila setiap tanggal 1 Oktober.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2021

Hari Pancasila awalnya ditetapkan oleh Jenderal Suharto untuk melanjutkan pemerintahan Presiden Soekarno. Dan Pancasila sendiri lahir pada tanggal 1 Juni 1945 oleh Presiden Soekarno yang merupakan penggagasnya.

Makna kesaktian Pancasila juga menjadi hari berkabung bagi seluruh anggota dan pejabat Tentara Nasional Indonesia atau TNI. Pasalnya, saat itu banyak perwira TNI yang meninggal dan tiba-tiba menghilang.

Karena setiap warga negara Indonesia memiliki kewajiban untuk menghormati semua pahlawan yang gugur dalam tugas melindungi Pancasila.

1 Oktober Hari Apa

Pancasila memegang peranan yang sangat penting sebagai dasar utama negara Indonesia. Ia mengatur penyelenggaraan administrasi publik, yang meliputi politik, ekonomi, sosial budaya dan keamanan.

Twibbonize Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2021

Film ini biasanya diputar dan disiarkan melalui media televisi nasional. Hal ini untuk memperingati peristiwa G30S/PKI. Bahkan hingga saat ini, upacara bendera selalu dilaksanakan di Tugu Pancasila Sakti yang terletak di lokasi Lubang Buaya.

1 oktober hari kesaktian pancasila, 1 oktober hari, 1 oktober adalah hari, 14 oktober 2015 hari apa, 10 oktober hari apa, 1 oktober 2021 hari libur, tgl 1 oktober hari kesaktian pancasila, 1 oktober, tgl 1 oktober hari apa, 28 oktober hari apa, 1 oktober diperingati hari, 1 oktober hari kopi sedunia

Leave a Reply

Your email address will not be published.